Individu

Penipuan Perbankan: Modus yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

6 Jan 2026 • Write By: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Saat ini penipuan perbankan semakin beragam. Kenali modus yang sering terjadi dan cara menghindarinya agar dana tetap aman!

Penipuan perbankan adalah segala bentuk kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan layanan, sistem, atau identitas perbankan untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah dan merugikan nasabah maupun bank.

Modus penipuan perbankan antara lain manipulasi informasi, penyamaran sebagai pihak resmi bank, atau penyalahgunaan data pribadi dan finansial.

Pelaku dapat menipu korban agar memberikan data sensitif seperti PIN, OTP, nomor kartu, atau akses ke rekening, yang kemudian digunakan untuk menguras dana atau melakukan transaksi ilegal.

Baca juga: Kartu Kredit Virtual: Pengertian, Manfaat & Tips Membuatnya

Modus Penipuan yang Sering Terjadi

Penipuan perbankan semakin marak dengan kemajuan teknologi. Memang sistem keamanan di bank semakin bagus, tapi modus penipuan juga ikut berkembang dan canggih. Nah berikut beberapa modus yang sering terjadi!

1. Phishing

Phishing merupakan salah satu modus penipuan perbankan yang paling sering terjadi. Pelaku mengirimkan pesan singkat, email, atau pesan WhatsApp yang tampak meyakinkan karena menyerupai komunikasi resmi dari bank.

Isinya berupa pemberitahuan akun bermasalah, permintaan pembaruan data, hingga iming-iming hadiah atau cashback. Korban kemudian diarahkan untuk mengklik tautan tertentu yang mengarah ke situs palsu.

Tanpa disadari, data penting seperti user ID, password, nomor kartu, hingga kode OTP dimasukkan ke sistem pelaku dan digunakan untuk menguras rekening.

2. Mengatasnamakan Petugas Bank

Dalam modus ini, pelaku berpura-pura menjadi petugas bank dan menghubungi korban melalui telepon atau pesan instan. Nada bicara dibuat formal dan meyakinkan agar korban percaya.

Biasanya pelaku mengklaim ada transaksi mencurigakan, kartu ATM terblokir, atau akun akan dinonaktifkan. Di tengah kepanikan korban, pelaku meminta data pribadi dengan alasan verifikasi, seperti PIN, OTP, atau kode tertentu.

Jika mengalami ini, jangan diikuti. Pasalnya pihak bank tidak pernah meminta informasi rahasia tersebut melalui telepon atau chat.

3. Skimming dan Card Trapping

Skimming dilakukan dengan cara menyalin data kartu ATM atau debit menggunakan alat khusus yang dipasang di mesin ATM atau pembayaran. Sementara card trapping membuat kartu korban tertahan di mesin ATM.

Saat korban kebingungan, pelaku yang sudah mengamati dari jauh akan berpura-pura membantu dan meminta PIN.

Dari situ, data kartu dan PIN bisa disalahgunakan untuk menarik uang korban. Modus ini biasanya terjadi di lokasi ATM yang sepi atau kurang pengawasan.

4. Social Engineering (Rekayasa Sosial)

Modus social engineering mengandalkan kemampuan pelaku dalam memanipulasi emosi dan psikologis korban. Pelaku bisa berpura-pura sebagai pihak bank, penyelenggara undian, bahkan kerabat korban.

Tujuannya membuat korban panik, takut, atau tergiur sehingga secara sukarela memberikan informasi penting atau melakukan transfer uang.

Modus ini berbahaya karena sering kali korban tidak merasa sedang ditipu, melainkan merasa sedang membantu atau menyelamatkan akunnya sendiri.

Baca juga: 5 Modus Fraud yang Paling Sering Dipakai Penipu, Waspada!

Cara Mengatasi Penipuan Perbankan

Penipuan apapun modusnya harus diwaspadai. Oleh karena itu, kamu harus pastikan untuk melakukan transaksi dengan benar, dilakukan pada tempat atau mesin yang aman.

Namun, namanya apes bisa saja menimpa siapapun. Terus bagaimana jika sudah terlanjur jadi korban? Lakukan beberapa hal berikut!

1. Amankan Rekening dan Akses Perbankan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengamankan rekening secepat mungkin. Ganti seluruh PIN, password, dan kode akses mobile banking atau internet banking.

Jika ada transaksi mencurigakan, segera hubungi call center resmi bank untuk melakukan pemblokiran sementara rekening atau kartu. Semakin cepat tindakan diambil, semakin besar peluang mencegah kerugian.

2. Lapor ke Pihak Bank dan Otoritas Terkait

Setelah rekening diamankan, segera buat laporan resmi ke bank tempat kamu bertransaksi. Laporan ini penting sebagai dasar penelusuran transaksi dan kemungkinan pengembalian dana, meski tidak selalu bisa dijamin.

Selain ke bank, penipuan perbankan juga perlu dilaporkan ke pihak berwajib atau kanal pengaduan resmi agar kasus dapat ditindaklanjuti dan mencegah korban lain.

3. Tingkatkan Literasi dan Kewaspadaan Finansial

Mengatasi penipuan perbankan tidak cukup hanya dengan penanganan setelah kejadian, tetapi juga dengan pencegahan. Biasakan untuk tidak membagikan data sensitif apa pun, termasuk PIN, OTP, dan kode verifikasi, kepada siapa pun.

Selalu cek ulang setiap pesan atau panggilan yang mengatasnamakan bank, dan pastikan hanya mengakses layanan perbankan melalui aplikasi atau kanal resmi.

Itulah ulasan mengenai penipuan perbankan dan bagaimana cara mengatasinya. Ingat, siapapun kamu dan apapun bank yang kamu gunakan, penipuan bisa saja menimpamu.

Namun demikian, kamu bisa mencegah penipuan terjadi dengan selalu waspada dan teliti saat bertransaksi. Memilih bank menggunakan sistem keamanan berlapis dan menyediakan kanal laporan yang lengkap juga bisa menjadi solusi.

Seperti OCBC, setiap kartu yang diterbitkan sudah dilengkapi dengan sistem digitalisasi yang aman melalui OCBC mobile.

Dengan aplikasi ini, kamu bisa mengatur atau mengubah PIN transaksi untuk kartu kredit yang kamu pegang. Bahkan, kamu juga bisa memblokir kartu melalui OCBC mobile ketika terjadi transaksi mencurigakan.

Transaksi di OCBC mobile juga sudah dijamin keamanannya. Setiap transaksi dilindungi Two-Factor Authentication (2FA) dengan penggunaan User ID, Password, serta PIN transaksi yang hanya diketahui oleh kamu sebagai pengguna.

Selain itu, OCBC juga layanan call center 24 jam dan 7 hari nonstop kepada para nasabahnya, termasuk pemegang kartu kreditnya.

Manfaatkan layanan Tanya OCBC untuk melaporkan kasus penipuan yang baru saja terjadi. Kamu bisa menghubungi nomor 1500-999 jika sedang berada di Indonesia, atau +62-21-2650-6300 jika kamu sedang berada di luar negeri.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur Live Chat melalui OCBC Mobile. Laporkan kasus penipuan yang menimpamu kapan saja, karena fitur itu disiapkan setiap hari 24 jam.

Baca juga: Perbedaan Kartu Kredit Visa dan Mastercard, Untung Mana?

Share this Article

Related Product

Individual

Individual

OCBC banking solutions are ready to help you fulfill all aspirations in life. #TAYTB
Nyala

Nyala

Push your ambition to achieve financial freedom, because Nothing Is Impossible with the Fire of OCBC.
OCBC mobile

OCBC mobile

Grow your money in 1 app with the new OCBC mobile.

All the Convenience
in One Hand

Enjoy the benefits from OCBC based on your needs

Other Articles

Biaya Perawatan Hewan Peliharaan: Rincian dan Cara Mengelolanya
  • Individu
  • Nyala

Biaya Perawatan Hewan Peliharaan: Rincian dan Cara Mengelolanya

8 Jan 2026

Biaya perawatan hewan peliharaan mencakup makanan, kesehatan, dan kebutuhan rutin lainnya. Artikel ini membahas rincian biaya dan cara mengelolanya.

Kartu Kredit Premium: Manfaat, Fitur, dan Siapa yang Cocok Menggunakannya
  • Individu
  • Nyala

Kartu Kredit Premium: Manfaat, Fitur, dan Siapa yang Cocok Menggunakannya

8 Jan 2026

Kartu kredit premium menawarkan berbagai manfaat eksklusif untuk travel dan lifestyle. Simak fitur utama kartu kredit premium dan siapa yang paling cocok menggunakannya!

Kartu Kredit untuk Liburan: Manfaat dan Tips Memilihnya
  • Individu
  • Nyala

Kartu Kredit untuk Liburan: Manfaat dan Tips Memilihnya

8 Jan 2026

Kartu kredit untuk liburan bisa membantu transaksi lebih praktis saat bepergian. Artikel ini membahas manfaat kartu kredit untuk liburan, serta tips memilih kartu yang sesuai kebutuhan perjalanan!

Cara Lapor SPT Tahunan dengan Mudah untuk Wajib Pajak
  • Individu
  • Nyala

Cara Lapor SPT Tahunan dengan Mudah untuk Wajib Pajak

7 Jan 2026
Cara lapor SPT tahunan dapat dilakukan secara online melalui layanan resmi Direktorat Jenderal Pajak. Artikel ini menjelaskan langkah-langkah lapor SPT tahunan, serta hal penting yang perlu diperhatikan wajib pajak!

Banking at Your Fingertips

Download OCBC mobile now!