Individu

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan

27 Mar 2026 • Write By: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Pendidikan adalah hak dasar setiap anak yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Orang tua juga pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak tercinta dengan memasukan anaknya ke sekolah yang terbaik.

Di tahun 2025 sendiri, dana yang dibutuhkan per anak untuk menyelesaikan sekolah dasar saja sudah mencapai Rp211,2 Juta (Kompas, 2025). Terlebih lagi, biaya ini akan terus bertambah setiap tahunnya mengikuti inflasi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia inflasi biaya pendidikan Indonesia pada tahun 2025 saja sudah mencapai 2,37% dan akan terus bertambah.

Nah, bagi para orang tua yang ingin anaknya masuk ke sekolah unggulan, ada baiknya persiapan dana pendidikan sudah dilakukan sejak jauh hari untuk menghadapi biaya pendidikan yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini perlu dilakukan supaya orang tua bisa menghindari hambatan seperti:

  1. Tidak ada alokasi dana khusus untuk pendidikan sejak dini.

    Biaya pendidikan di Indonesia umumnya terasa besar diawal di setiap jenjang pendidikan. Hal ini sering menbuat orang tua terkaget dengan biaya yang lebih besar dari perkiraan. Contohnya ketika sedang melakukan pendaftaran, orang tua baru menyadari bahwa biaya awal pendaftaran yang mencakup uang pangkal dan daftar ulang biasanya memiliki nominal yang tinggi. Pada beberapa sekolah,total biaya tersebut dapat mencapai hingga Rp 69.8 Juta (Kompas, Juli 2025) setara dengan sekitar 12 (dua belas) kali dari upah minimum regional (UMR) di Jakarta (Kompas, Desember 2025).

  2. Belum ada perencanaan dana yang matang.
  3. Selain belum adanya alokasi khusus, banyak orang tua yang juga belum memiliki perencanaan yang matang. Dana yang sudah dikumpulkan masih tercampur-campur dengan kebutuhan keluarga lainnya, seperti cicilan KPR, biaya hidup harian, sampai kebutuhan tersier. Berdasarkan OCBC Financial Fitness Index 2025, bahwa sekitar 25% masyarakat Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansial keluarga termasuk pembayaran kewajiban rutin seperti cicilan KPR setiap bulan. Oleh karena itu, penting bagi Orang tua untuk mulai memisahkan dana khusus biaya pendidikan anak sejak dini.


Akibatnya, tidak sedikit orang tua yang baru mulai merencanakan dana pendidikan ketika mendekati waktu pendaftaran sekolah. Kondisi ini membuat kebutuhan dana pendidikan anak terasa berat dan mendesak. Pada akhirnya keputusan terkait pilihan anak sekolah sering dibuat berdasarkan kesiapan dana yang tersedia saat itu, bukan berdasarkan rencana awal yang diharapkan. Bahkan, sebagian orang tua yang terpaksa harus mengorbankan tabungan lain seperti dana darurat atau dana pensiun untuk menutup biaya pendidikan. Padahal berdasarkan OCBC Financial Fitness Index 2025 , hanya sekitar 19% masyarakat Indonesia yang mempunyai dana darurat dan 29% yang memiliki dana pensiun.

Berikut beberapa alasan mengapa orang tua sering kali tidak siap ketika anak mau memasuki sekolah sesuai rencana:

  1. Timing awareness : Orang tua masih merasa masih memiliki banyak waktu hingga batas akhir pendaftaran sekolah tiba. Akibatnya, persiapan dana pendidikan belum menjadi prioritas sejak awal dan lebih banyak difokuskan pada kebutuhan hidup sehari-hari
  2. False sense of security : Sebagian orang tua yang memilik mindset “nanti juga ada rejekinya”. Pola pikir ini seringkali berujung pada keputusan terkait pendidikan anak akhirnya harus diambil ketika kondisi keuangan belum sepenuhnya siap.
  3. Cash Flow reality : Tanpa adanya alokasi keuangan yang khusus, dana pendidikan pada akhirnya akan kalah prioritas dengan kebutuhan lainnya. Akibatnya, dana yang seharusnya dipersiapkan untuk pendidikan anak sulit terkumpul secara optimal.

Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengalokasikan dana pendidikan anak sejak dini secara rutin. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memilih produk tabungan yang tepat untuk memulai perencanaan pendidikan anak. Agar dana pendidikan dapat tercapai, dibutuhkan produk tabungan yang dapat membuat orang tua disiplin dalam menabung.

TAKA Flexi dari OCBC bisa jadi salah satu pilihannya. TAKA Flexi dapat membantu orang tuan untuk menabung rutin setiap bulan tapi tetap memberikan fleksibilitas dalam menentukan nominal setoran & jangka waktu menabung sesuai kondisi finansial orang tua.

Produk tabungan ini juga dapat memberikan kemudahan untuk mencapai target dana yang diinginkan karena orang tua dapat melakukan top up saat ada kelebihan dana di luar jadwal menabung rutin mereka. Selain itu, TAKA Flexi juga memberikan fleksibilitas dalam penarikan sebagian dana sebelum jatuh tempo. Soal bunga gak perlu ditanya lagi. Tabungan TAKA Flexi dapat memberikan bunga setara Deposito!

Jika Anda tertarik dengan TAKA Flexi dan memutuskan ingin membuka produknya, cukup ikuti 5 langkah mudah ini:

  1. Buka OCBC mobile, pilih "Lainnya", lalu "Simpanan" dan klik "TAKA Flexi"
  2. Masukkan detail rencana (nominal setoran, tenor & tanggal pendebitan)
  3. Cek Perhitungan estimasi target dana & pilih rekening sumber dana
  4. Pastikan kamu membaca summary serta Syarat & Ketentuan produk
  5. Masukkan PIN dan selesai!

Yuk, mulai perjalanan persiapan pendidikan anak dari sekarang bersama TAKA Flexi OCBC, yang akan membantu mimpi Pendidikan setiap anak, serta menjaga finansial keluarga tetap FIT dan lifestyle terus FUN! #FUNanciallyFIT

Informasi lengkap mengenai TAKA Flexi

Share this Article

Related Product

Individual

Individual

OCBC banking solutions are ready to help you fulfill all aspirations in life. #TAYTB
OCBC mobile

OCBC mobile

Grow your money in 1 app with the new OCBC mobile.

All the Convenience
in One Hand

Enjoy the benefits from OCBC based on your needs

Other Articles

Memanfaatkan Momentum Yield Obligasi Indonesia Sebagai Passive Income
  • Individu

Memanfaatkan Momentum Yield Obligasi Indonesia Sebagai Passive Income

26 Mar 2026
Cewek Green-Flag 2026:  Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving
  • Individu

Cewek Green-Flag 2026: Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving

13 Mar 2026
OCBC Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 89% anak muda di Indonesia rutin menabung, turun 3% dari tahun sebelumnya di angka 92%
Mudik Aman? Jangan Sampai Data Pribadi Anda Dicuri via Wi-Fi Publik!
  • Individu

Mudik Aman? Jangan Sampai Data Pribadi Anda Dicuri via Wi-Fi Publik!

11 Mar 2026
Mudik dan libur Lebaran memang penuh kegembiraan — tapi di balik senyum pulang kampung, ada ancaman tersembunyi yang tak terlihat.
Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan
  • Individu

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan

10 Mar 2026
Pendidikan dari sekolah dasar hingga menengah atas adalah hak setiap anak. Orang tua juga pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak tercinta dengan memasukan anaknya ke sekolah yang paling bagus untuk memberikan pendidikan paling baik.

Banking at Your Fingertips

Download OCBC mobile now!