Berawal dari ketertarikan pada bidang analytics, perjalanan ini berkembang menjadi sebuah karir yang mengubah data menjadi dampak nyata. Memulai dengan membangun model risiko kredit hingga berkontribusi dalam perancangan strategi portfolio lintas negara, perjalanan Kah Choon menunjukkan bahwa keberanian untuk mengatakan “ya” dapat membawa kita pada pertumbuhan jangka panjang di OCBC.
Simak bagaimana budaya kepercayaan, pemberdayaan, dan pengembangan di OCBC mendukung langkahnya dari Singapura ke Indonesia, hingga kini berperan sebagai Advisor bagi tim Risk Portfolio Management OCBC Indonesia.
Sejak awal, saya memang tertarik dengan bidang analytics dan problem solving. Setelah lulus dari Nanyang Technological University dengan double major di Matematika dan Ekonomi, saya memulai karir sebagai hedge fund administrator. Di sana, saya banyak belajar tentang berbagai hal—mulai dari siklus transaksi, fund accounting, otomatisasi proses, hingga market analytics.
Ada satu pengalaman di awal karir yang cukup membekas. Saya sempat mempertanyakan hasil perhitungan opsi harga dari vendor eksternal karena secara matematis tidak masuk akal. Meski berawal dengan penolakan, pada akhirnya analisis saya terbukti benar.
Momen itu mengajarkan saya pentingnya berpikir kritis dan menjaga ketelitian dalam bekerja. Saya juga terdorong untuk memperdalam kemampuan teknis dengan memperlajari proses stochastic, bahkan saya menyempatkan diri untuk menjalani penelitian singkat di Paris.
Ketika kembali ke Singapura di tahun 2014, saya berencana untuk mengambil peran di mana analytics tidak hanya berhenti di angka, tetapi juga mempengaruhi Keputusan bisnis secara langsung.
Memulai Perjalanan di OCBC
Saya bergabung dengan OCBC pada 2016 sebagai senior analyst di Risk Portfolio Management. Hal yang membuat saya tertarik adalah kesempatan untuk melihat proses perancangan model credit risk secara menyeluruh, dari pengembangan hingga implementasi dan monitoring.
Proses interview di OCBC cukup menantang, khususnya secara teknis. Bahkan saya keluar dengan perasaan bahwa saya tidak akan lolos. Namun di hari yang sama, saya justru dikejutkan dengan panggilan untuk melanjutkan proses rekrutmen ke tahap final. Sejak itu, saya langsung merasa bahwa OCBC adalah lingkungan yang saya dambakan—menantang, tetapi juga penuh semangat.
Saya memulai perjalanan di OCBC dengan sebuah tujuan sederhana: mengerjakan analisis yang bermakna, di tempat yang mendorong saya untuk terus belajar dan berkembang. Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengatakan “ya” untuk berbagai kesempatan—peran baru, tanggung jawab tambahan, hingga peluang untuk bekerja lintas negara.
Bertumbuh Lewat Kepercayaan & Exposure yang Luas
Di peran pertama ini, saya menjadi model owner untuk portfolio Auto Loan di Singapura. Saya mengerjakan model credit risk yang digunakan untuk menilai kemungkinan gagal bayar, exposure bank, hingga potensi recovery yang dapat dilakukan oleh bank.
Peran ini mengharuskan saya untuk melihat lebih dari sekadar teknis dan angka. Saya perlu memahami produk, perilaku nasabah, dan konteks bisnis secara menyeluruh.
Sembari menjalani peran ini secara konsisten, tanggung jawab saya mulai bertambah. Saya mulai menangani portfolio retail lainnya, terlibat dalam pengembangan model expected credit loss sesuai IFRS 9, hingga berkontribusi dalam advisory lintas negara, mulai dari Malaysia hingga Indonesia.
Perubahan dalam karir saya terjadi pada tahun 2020. Peran saya mulai bergeser, dari yang sebelumnya fokus membangun model, menjadi memberikan bantuan bagi stakeholders untuk memahami dan menggunakan metrik risiko dalam pengambilan keputusan.
Saya sangat didukung dan dibimbing oleh para senior ketika saya diberikan kepercayaan untuk mengambil peran lebih besar. Saya juga mendapat kesempatan untuk menjalani program leadership dan mentorship dari para senior leaders.
People First, Bahkan di Masa Sulit
Salah satu fase paling menantang sekaligus paling berkesan sepanjang masa karir saya adalah saat pandemi COVID-19. Saya terlibat dalam berbagai pekerjaan terkait model dan pengukuran risiko, di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang bagaimana cara mengambil keputusan dengan cepat, merancang ulang proses, dan kolaborasi lintas negara seperti Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.
Di saat yang sama, bekerja lintas negara berarti bahwa saya harus terpisah cukup lama dengan keluarga di Malaysia. Namun di tengah situasi itu, saya benar-benar merasakan perhatian dan dukungan yang tulus dari dari pihak manajemen dan para leaders—bukan hanya sebagai professional, tetapi juga sebagai individu.
Pengalaman ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa OCBC merupakan perusahaan yang menempatkan setiap karyawan sebagai prioritas.
Dari Pelaku Teknis menjadi Mitra Strategis
Seiring berjalannya waktu, peran saya terus berkembang. Saya tidak lagi fokus membangun model, tetapi membimbing rekan kerja dan para stakeholders—menjelaskan bukan hanya hasil, melainkan juga proses berpikir di baliknya.
Sejak 2021, saya semakin terlibat dalam peran advisory yang lebih luas, mengarahkan tim mengenai standar, regulasi, dan praktik terbaik.
Setiap perubahan terasa natural karena didukung oleh budaya kerja OCBC yang dipenuhi oleh kepercayaan dan komitmen terhadap pengembangan individu.
Mengatakan “Ya” untuk Babak Baru di Indonesia
Di akhir 2025, saya kembali mengatakan “ya” pada sebuah kesempatan yang membawa saya keluar dari zona nyaman—pindah ke Indonesia untuk mengemban peran advisory di Risk Portfolio Management.
Secara profesional, hal ini menantang saya untuk segera beradaptasi dengan pasar, regulasi, dan data landscape yang berbeda. Namun setelah terjun langsung ke lapangan, saya justru mampu membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan tim lokal dan mendalami pemahaman pasar jauh lebih cepat dari dugaan saya.
Secara pribadi, pengalaman ini juga menjadi sebuah batu loncatan yang sangat bermakna walaupun tidak mudah untuk dijalani. Saya bersyukur karena sambutan hangat dan dukungan yang begitu besar dari tim Indonesia dan Singapura membuat proses peralihan ini terasa lebih ringan.
Satu alasan yang membuat saya bertahan di OCBC selama satu dekade: selalu ada ruang untuk bertumbuh. Selalu ada tantangan baru di setiap pekerjaan, lingkungan yang dinamis, dan budaya saling mendukung satu sama lain yang diutamakan.
Perjalanan saya di Indonesia masih terus berlangsung. Masa depan masih belum sepenuhnya jelas—dan ketidakpastian itu justru membakar semangat dalam diri saya. Masih banyak hal yang bisa dipelajari, dibangun, dan dikembangkan.
Di OCBC, setiap “ya” selalu diiringi dengan kepercayaan, dukungan, dan ruang untuk berkembang. Itulah yang membentuk perjalanan karir saya sejauh ini dan mendorong saya untuk terus melaju jauh dengan penuh aspirasi.
Setiap perjalanan dimulai dari sebuah pilihan. Kapan terakhir kali Anda mengatakan “ya”?
Opportunity Starts Here.